Jan
08
2017
Blog image 1

Kiai Didin: Zakat, Dana Pembangunan Umat Paling Potensial

By Administrator | 0 Viewers

Ketua Umum Baznas, Didin Hafidhuddin menatakan Islam sudah memberikan solusi untuk mengentaskan kemiskinan, yaitu zakat. Instrumen keuangan satu ini memegang peran penting dalam sosial dan ekonomi, karena dapat mensejahterakan rakyat.

“Ketika zakat dikelola dengan baik, kemiskinan akan hilang. Contohnya di zaman kholifah Umar bin Abdul Aziz. Bahkan saat itu zakat digunakan untuk membebaskan perbudakan di negara lain,” kata Didin Hafidhuddin kala mengisi seminar Sosiopreneur yang diadakan Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) Progres, STEI Tazkia, Kamis (17/03/2015).

Ia menjelaskan potensi zakat Indonesia mencapai 217 riliun pertahun, seper sembilan dari APBN. Misal, bisa dilihat dari potensi zakat yang ada di perbankan syariah.

“Jika pangsa pasar bank syariah menjadi 5%, dan di zakatkan sebanyak 2,5%, potensi zakat yang bisa dikumpulkan bisa mencapai 75 triliun per tahun,” katanya.

Selain itu, kata dia, potensi zakat juga sangat besar pada perusahaan perusahaan milik negara. Seperti PLN dan sejenisnya.

Dalam kesempatan ini juga, Didin Hafidhuddin menyampaikan dampak dari aktivitas berzakat. Dia katakan bahwa Zakat itu merubah perilaku. Dia mengubah etos kerja.

“Orang yang suka zakat dipastikan bukan orang yang malas. Orang beriman itu yang mampu sholat khusyu’ dan meninggalkan hal yang sia-sia. Artinya, dia produktif,” ujarnya.

Menurut dia zakat merupakan dana pembangunan umat paling potensial jika benar benar dioptimalkan dengan baik. Walaupun saat ini yang familiar di masyarakat hanya zakat fitrah.

“Permaslahan zakat di Indonesia ini juga kurangnya sosialisasi. Zakat masih dipandang kebanyakan masyarakat hanya identik dengan zakat fitrah. Harusnya masjid kampus, minimal sekali dalam sebulan menjadwalkan materi khutbah jum’at seputar ekonomi syariah,” pungkansya. (jn)