Kepemimpinan Dan Strategi Militer
Elm

Benar apa yang dikatakan oleh Sun Tzu bahwa panglima perang yang hebat adalah komandan yang mampu mengalahkan musuh tanpa jatuh korban yang banyak. Selama 10 tahun mempertahankan kedaulatan Islam, Rasulullah telah memimpin tidak kurang dari 9 perang besar dan mengatur 53 ekspedisi militer. Tetapi dalam interaksi militer yang luar biasa besar dan panjang itu korban jatuh hanya 379 jiwa saja. Ya hanya tiga ratus tujuh puluh sembilan jiwa saja. Bandingkan dengan korban 15.323.100 jiwa pada perang dunia pertama dan 62.357.400 jiwa pada perang dunia ke dua. Rasulullah Saw mengajarkan kepada para pemimpin dunia agar ikhlas ketika menyusun strategi militer tugas kita bukanlah untuk menumpas manusia tetapi menyingkirkan para penghalang kebenaran. Strategi harus diawali dengan musyawarah, minimalisir jumlah korban, selalu waspada, tidak mudah marah, bersikap adil kepada semua pasukan dan mengapresiasi yang berprestasi.


"Seratus kemenangan dalam seratus pertempuran bukanlah keterampilan militer yang luar biasa. Tetapi menundukan kekuatan lawan tanpa pertempuran itulah keterampilan militer yang paling hebat."(SunTzu)


"The famous men created arms, laws and empires only. They founded, if anything at all, no more than material powers which often crumbled away before their eyes. This man moved not only armies, legislatin, empires, people and dynasties but millions of men in one third of the inhabited world"(Lamartine tentang Rasulullah Saw dalam Historie de la Tukie, Paris 1854, vol ii/276-277)


"Berperanglah kalian atas nama Allah, dijalan Allah, melawan orang-orang kafir kepada Allah. Jangan berkhianat, jangan mencincang, jangan membunuh anak-anak, wanita, orang yang sudah tua renta, dan orang-orang yang menyendiri di biara Nasrani, jangan menebang pohon kurma dan pohon apa pun, dan jangan merobohkan bangungan."(H.R. Muslim, no.4619)